Filed under: Uncategorized
Sudah lama rasanya semenjak terakhir kali posting di rumah ini…
Kerjaan yang numpuknya seperti kardus 10 tumpuk akhirnya bisa dicicil sedikit demi sedikit sehingga saya punya sedikit ruang untuk berbasa-basi disini…
Jadi topiknya kali ini berkaitan dengan beberapa fenomena yang terjadi di layar kaca, selama ini ternyata saya baru sadar bahwa ada salah satu fungsi positif televisi yang sudah mulai terasa, terutama berkaitan dengan iklan. Kita semua tahu iklan itu membosankan, sangat menggangu acara. Ada beberapa yang unik dan menghibur namun ada beberapa juga yang terkesan dipaksakan dan hanya menjual figur, bukan maksud iklan itu sendiri. Anyway, ini hanya dari sudut pandang orang awam karena saya bukanlah praktisi periklanan. Mungkin saja….maksud saya “pasti” ada beberapa metode periklanan sebagai media penyampai informasi dan penggaet konsumen. Teknisnya saya juga kurang mengerti, tapi mari kita lihat sama-sama dari sisi pentingnya informasi yang ingin disampaikan. Ada iklan yang fungsinya memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya sesuatu,jenis iklan ini bisa saya katakan sebagai iklan layanan masyarakat. Ada juga iklan yang fungsinya memberikan informasi mengenai sisi positif figur-figur tertentu yang digunakan pada saat kampanye (iklan politis).
Sehubungan dengan pemilu yang makin dekat, wajar dong kalau banyak berseliweran iklan-iklan politis menghiasai layar kaca kita, biasanya sih menjual figure-figur tertentu atau badan hokum tertentu (partai) untuk menarik minat masyarakat sebesar-besarnya. Tapi pada umumnya hal-hal yang disampaikan adalah janji-janji untuk memperbaiki apa yang salah. Tapia pa sih yang salah dari negeri ini??? Jawabannya: Buanyaaaakkk……, kayaknya tiada hari tanpa salah…hahahaha…itu pandangan orang skeptic, tapi sah-sah saja saya berkata demikian wong kenyataannya demikian. Salah disini bisa berarti kekurangan lho…bukan hanya salah total….jangan salah paham dan emosi dulu….
Ehm…jadi begini, iklan kampaye selama ini yang saya lihat selalu bersifat abstrak. Tapi akhir-akhir ini ada satu iklan dari politisi X yang agak berbeda, boleh saya bilang agak nyentrik terselubung dalam iklan layanan masyarakat. Dalam hati saya berkata :” ini lho baru iklan kampanye sing apik, jelas membeberkan informasinya layanan masyarakat tanpa terlalu memfokuskan kepada figurnya. Masyarakat seperti saya ini jadi tahu hal-hal yang patut diperbaiki dan diluruskan. Intinya : JELAS. Harus jelas!! Karena ini berkaitan dengan pemilu yang notabene akan menentukan kemana arah bangsa ini ke depannya. Otomatis salah menentukan arah akan berakibat kita makin terpuruk (sudah terpuruk euy…). Saya sih hanya memuji dari sisi cara penyampaiannya saja, bukan berarti saya adalah pendukung atau anggota dari partai atau figure tersebut. Itu sih RAHASIA/TOP SECRET…hehehe….hak saya sebagai warga Negara yang dijelaskan juga dalam undang-undang dasar 1945 di semua amandemennya (sudah amandemen keberapa ya????)…
Sekali lagi….orang bikin iklan sudah pada jago-jago ya….ada kemajuan nih!!!!
By the way, Selamat hari kemerdekaan bangsa kita yang ke 63 buat kalian semua yang baca…..
(PS: Buat Mas-mas/Mbak-mbak => agak ditata ya komennya, coz topiknya agak sensitive…masalah politik loooow!! Selamat berpuasa buat yang menjalaninya)
Peace..!!
Filed under: Uncategorized
Istirahat dulu dari dunia per-blog-an, kerjaan numpuukkzz
Filed under: Ulasan Gak Guna | Tags: demo, mahasiswa, opini, pengacau, penggerak
Hawaya Guys??..long time no see..
Pekerjaan membuat aktifitas blogging terhenti sejenak walaupun saya tetap nongkrong di blog orang. Well..back to the topic! Saya adalah orang yang jarang nonton televisi, dan sumber berita utama bagi saya adalah international network. Sekilas beberapa hari yang lalu, sempat beredar isu di kalangan adik-adik kelas saya kalo mau ada reformasi ke-2…Alamaakk…gak cukup apa cuman satu????? Itu perkataan dari golongan mahasiswa yang punya watak agak “keras”, lain halnya setelah saya konfirmasi dengan adik lainnya yang hobi maen bola. “beliau” ini berpendapat itu baru gossip belaka dan Cuma kerjaan salah satu kelompok yang suka “iseng” dan pamer kekuatan…okay..jawaban yang simple past tense…Nah, yang terakhir adalah saat saya konfirmasi dengan adik saya yang hobi research alias ikutan proyek dosen (kayak saya dulu)….Jawaban yang cukup diplomatis saya dapat dari “beliau” : “
Mas….kalau saya memandang aktifitas teman-teman seperti itu berdemo sana-sini lalu turun ke jalan dan terpancing emosinya maka saya akan malu bahwa saya berada di universitas negeri, dimana SPP saya disubsidi oleh pemerintah yang notabene sedang saya tentang. Dilain pihak saya yakin tindakan seperti ini akan membuat mahasiswa dicap sebagai pengacau. Jadi mending saya cari ilmu plus dapet duit dari ikutan proyek!!”

Itu adalah jawaban yang sepaham dengan saya. Sepaham dalam artian setuju terhadap pola pikir-nya dan logis buat nurani saya. Saya tidak akan memberikan suatu pernyataan bahwa tindakan ini salah, tindakan ini benar. Tujuan saya menulis adalah mengajak anda bareng-bareng merenung dan berpikir tindakan mana yang berakibat buruk dan tindakan mana yang berakibat “Lebih” buruk… 2 pilihan tersebut adalah pilihan yang wajar disaat-saat susah saat ini.
Tidak akan pernah ada pilihan yang baik bagi mahasiswa sebagai agent of change selain kepada pilihan diatas. Dimana kata change=perubahan itu sendiri banyak kali tercata dalam sejarah manusia selalu melibatkan kekacauan/chaos dan kekerasan baik terlihat oleh media ataupun tidak. Jadi semua tindakan yang dipilih pun pasti ada pihak yang menganggap itu salah/buruk..karena dogma kekerasan juga adalah sesuatu yang negatif.
Jadi dalam konteks judul diatas jika teman-teman membaca paragraph diatas dengan cermat maka kesimpulannya adalah fungsi mahasiswa dalam suatu perubahan adalah sebagai pengacau….Pengacau yang mana??? Itu pasti pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang politisi….Tapi mari berhenti pada kata pengacau saja, yang kesannya adalah sangat negatif. Sudah barang tentu kawan-kawan yang mahasiswa tidak akan terima dikatakan sedemikian hingga x=10 (halaah ngawur)….Apakah kata yang pantas untuk tindakan mahasiswa ini…menurut saya sangat simple…Penggerak!!! Itu lebih sopan..
Menurut kalian apa?
Menurut kalian apa?
Filed under: Uncategorized
Merenung,
Belakangan ini merenung jadi salah satu kegiatan favorit di waktu senggang antara pukul 9.00 PM – 11.00 PM, selain nonton televisi tentunya.
Banyak hal yang bisa direnungkan, lebih tepatnya banyak hal yang saya ingin renungkan. Topik yang paling sering dan utama adalah mau kemana saya setelah menjalani semua ini. Sering juga saya berpikir apa terlalu jauh saya merenung,”kok masih umur segini udah mikir mau kemana, bukannya malah jalanin dulu???”. Hidup ini memang sangat cepat….secepat saya berjalan menjalaninya selama ini. Pertanyaan yang timbul kemudian adalah, apa sebenarnya tujuan saya ini??
Let’s see……Masa lalu selalu terlihat jauh dibelakang dan masa depan seperti terowongan yang gelap dan bercabang. saya tidak mengerti kenapa saya bisa berpijak ditanah ini sekarang. Apa yang menggerakkan saya?? Apakah pengakuan diri?? Atau karena saya berjalan mengikuti system??
Rasanya terlalu munafik jika saya menyebut diri inilah satu-satunya pendorong hingga saya berada pada kondisi sekarang. Terlalu banyak faktor dan makhluk yang harus saya beri ucapan terima kasih untuk semua ini. Tapi kembali pada diri sendiri, setidaknya saya secara tidak sadar berjalan untuk mencapai suatu tujuan…atau bisa juga disebut saya bergerak dalam satu jalur yang diatur meskipun alurnya zig-zag….Ironis sebenarnya jika mengatakan demikian, karena saya sendiri adalah penentang dari aturan-aturan baku…
Tapi jika dipikir ulang dengan logika dengkul….Jalan saya yang zig-zag ini juga merupakan hal yang sudah diatur dan saya hanya bermain mengikutinya….di jalan yang manapun yang akansaya pilih ini masalah juga timbul, dan respon saya akan menentukan langkah saya selanjutnya, mau zig zag ke kiri, kanan, ataupun lurus…yang jelas mundur adalah hal yang mustahil….
Serinkali saya menertawakan diri ini….yang terlihat sangat kecil jika membayangkan komunitas di dunia ini yang begitu besar, belum lagi jika dibandingkan dengan seluruh alam semesta…..Lalu, untuk apa saya yang kecil ini disini?? Menguasai semuanya?? Jelas tidak mungkin……saya hanya bisa bermain di dalamnya….
Learning by doing…???
What a simple word to say, but a difficult thing to do….in my mind I bear that I should have knowledge as many as I could to learn. But a component from learning itself ; time; is often become my constraint to get into the standard learning process such as, reading books, viewing sample cases, searching related article in the network, etc. As I have a responsibilities in my job now, it could waste my time and can bother my project schedule. I wonder what will happen if in some other time I get married and have children(s)…my time to learn is almost below 5% from my daytime hours.
From the time being, I’m interested in learning other languages and programming. The Languages meaning here are internationally recognized such as English and Japanese. The programming I intent to mastered is macro excel/VBA programming for internal reports and data analysis.
Let’s talk about language first. I’d love to saw Japanese movie as well as English since junior high school. Many friends of mine asked “why you are so good writing in English (speaking is different matter)? You don’t even take any courses?” . Well, all that I can say is I watch Hollywood movie pretty much and not only watching, i like to hear their voices and act like involved in the movie itself. That’s is the similar examples for my topics above. I learn English phrase and vocabulary from the movie itself not from the books. That’s why you all will found that my English is doesn’t have a good structure, it because they are a usual conversations. Hey…men from US or british are sometimes not so good in writing grammarize writing, as well as I don’t use E.Y.D in my daily conversations..Hehehe..The important principal for me is “You know, I Know, and We both Know”…that is more than enough..
Japanese is another thing, this is because I adore their society and how they respected each other, you can find it out when you see their conversation in the movie. I’m so excited to learn it…maybe Rama could help..hehehe…In my Office, we have many men from different nation, and among them I have an Indonesian friend named Denny whose been live and work in Osaka-Japan for 2 Years before he came back to Indonesia. I Usually say “Ohayou Denny San!” every morning to him. And the next thing happen when he counter me with Japanese Sentence I can only keep in silent don’t know what does it mean..such a jerk!!
The second thing I wanna talk in my post is about Macro programming / Visual Basic in Ms. Excel. It is a common used program/software that help us do analysis for data in the form of table. From my 4 years of study, I’ve known that from one Data table I can make many form of analysis type and results. I can also make a simple program using excel formulation like “Index, Sumif, Vlookup, etc). The next level of understanding is to make a program template and automatically operate it when I enter data into the root table. To make the program using “Start, If, then, Sub, End, Etc.” is not an easy thing to do…Reading E-books about macro excel from the network is boring and time wasting. well…as a matter of time itself, maybe I can use my project data as an input to make the program. Once again, learning by doing….
You too (reader) must be doing at least one thing in your life only by doing it…I Think our brain is more intelligent compared to any computer in the world. Such a miracle…
I wonder why many people should fight each other to make her/him self respected by their enemy. I am considering a way which I can manage to avoid fight and discuss instead of rudeness.
Everyone has his/her problem, and everybody knows that. It’s a matter of nature, so I can understand that the ways to react in one problem is different from one person to another.
I said this compared to a discussion happen in my blog lately, to be more specific; my previous post. I adore both opinion and I would like to say I won’t defend anyone. It’s in my principal that I respect someone’s choices to react for a matter. I won’t negotiate them to finish the debate, and I won’t provoke them. It’s their freedom to choose how to react on each other opinion, just like my freedom to argue any comment offended on me. It’s a free world right. If you don’t believe that we are a free man, the look at the sun, the air, and smell the favor. Close your eyes and see how beautiful you are in this sacred world.
See, as I already told that everyone has their own problem and the counter reaction from the can be some suggestion from them to counter react their next problem, and it will be their vision, and their principal about the thing which going on around them.
I always use my own method to solve my problem and knowing what is right for me without placing anyone in a difficult circumstances. It’s the way I used to handle my company’s client also. You know, the client is the boss, they will always, and they have right to control the production/fabrication of their own goods. That’s why they always complaining. I look this matter not from my side being offended, but from their side… why I being offended? Did I do something wrong according to the procedure and standard? Did I say something terrible to him? That is I called a self introspection, this is not for him, not for my company, but for my own. I can manage my feel and manage my anger, both are like a time bomb, difficult to handle and sometimes can blow in the matter of anytime.
It’s a simple thing to think and said, but very difficult to do, that’s why I always remind myself to keep calm. For example in a free debate meeting with no ending and always arguing, I prefer go outside and take a cigarette, and then think about good thing. Then I can calm myself. After that I can go back to the meeting and do I want to do with calm heart and fresh minded.
I am young and energic but have little experience compared to my other colleagues, but that wont make me down. Hey…!! I have something you don’t have, I have my freedom to choose my own way to react, you can follow your procedures, I have mine. As long as it match with the company culture and not making the project become slow down, it doesn’t matter. I am a free man with responsibility…Such idealistic maybe you all think, but sometimes I need to be one, because of one reasons: “I am the leader of myself, and with doing my thing in my own way I can perfectly responsible for any reaction I’ve been doing to solve the problem”
Konser Buruh
Kemarin malam, 24 Mei 2008, saya diajak nonton konser The Rock oleh teman-teman sesama buruh di McD. Saya pikir daripada nganggur malam minggu sepertinya ide baik untuk refreshing. Arek-arek sih dari awal pikirannya adalah “aq harus dapet cewe malem ini” kalo saya sih pikirannya “si Dhani tuh bisa apa sih malam ini?”.
Posting ini bukan menceritakan kejadian selama konser yang sudah jelas dibarengi dengan adegan joget di moshing pit yang lucu (joget dangdut padahal konser rock) atau adegan mesum pelecehan para cewe yang dipegang sana pegang sini oleh cowo-cowo bergaya ngepunk gak jelas abis minum jamu topi miring.
Saat itu saya ada di barisan tengah depan bersiap buat moshing walopun lagunya sungguh menyedihkan untuk di dengar. Arek-arek juga sudah siap pura-pura sok kenal dengan cewe-cewe yang ada di dekat moshing pit. Tiba-tiba pembawa acara membuka dengan memanggil beberapa pionir dari elemen-elemen persatuan buruh untuk menyampaikan beberapa pidato dan orasi. Diantaranya adalah mengenai tuntutan-tuntutan buruh dan seruan untuk merebut pemerintahan jika nasib buruh gak kunjung membaik pada tahun 2009. Kata mereka : “Hapuskan buruh kontrak, jangan ada PHK yang menyengsarakan buruh”.
Saya tertawa ngakak hingga orang-orang disebelah memandang sinis (ni orang gila ya??)….Ini konser apa kampanye sih…saya disini untuk refreshing bukan untuk dengerin ocehan dan bualan macam ini. Lagian pionir-pionor itu gak tau apa mereka dimanfaatkan oleh sponsor acara cuman buat menaikkan rating social corporate responsibility perusahaan.
Huh pembodohan macam apa ini mengatasnamakan nama buruh…!!!. Saya memang bukan buruh kontrak seperti kawan-kawan saya tadi, malah salah satu tugas saya adalah mem-PHK kan mereka, tapi mereka tidak menderita tuh selama menjadi buruh kontrak. Saya memperlakukan mereka seperti karyawan permanen selama mereka bekerja, gaji selalu naik seiring dengan prestasi kerja. Lalu apa-apaan ini ada kampanye dan ajakan untuk berdemo buruh segala. Ini sudah generalisasi permasalahan namanya, ya…memang masih banyak perusahaan yang tidak mengkompensasi buruh dengan wajar. Tapi ada juga perusahaan yang memperhatikan nasib buruh, jangan disama ratakan donk…kalau proyek sudah habis, ya sudah…memang gak ada pekerjaan lagi yang harus dilakukan dan satu-satunya jalan untuk mengurangi beban perusahaan adalah dengan melakukan pemotongan..that’s all.
Yang bikin saya pedih sekaligus tertawa adalah, sekali lagi masalah cara berpikir….pada saat kamu gak berusaha dengan keras untuk maju janganlah mengharap kamu akan mendapat sesuatu yang lebih….paradigma ini sudah salah kaprah di mata para persatuan buruh…maaf saya gak bermaksud menyerang siapa-siapa, tapi cobalah bepikir lebih kritis dan visioner…daripada berdemo anarkis kenapa gak coba kalian buat lapangan kerja baru, rasakan susahnya membangun sebuah perusahaan, rasakan pedihnya bangkrut…rasakan juga susahnya ngasi makan orang banyak..
Ini sudah salah kaprah, pembodohan tingkat tinggi yang mengatasnamakan buruh….bahkan di sebuah konser musik!!!!…tolong jangan omong kosong teriak sana teriak sini…kerja keras saja sudah cukup..apa susahnya…??? Sukses itu analog kok…tenang saja..(buat yang gak ngerti baca posting sebelumnya)..hidup terus berjalan..
Stay low..
Okeh, hari ini agak berat postingannya, masalah filosofi saya dalam mencerna apa yang terjadi. Saat menemukan atau lebih tepatnya menemukan kembali pengetahuan yang saya gak tau bener salahnya ini saya merasa jadi orang yang cerdas banget. Padahal aslinya biasa-biasa aja (ini pengaruh sugesti sesaat habis nonton film Jason bourne; si jenius itu).
Ide postingan ini sendiri timbul dari membaca postingan temen saya Rama (ada tuh blognya di blogroll saya) tentang sukses dan gak sukses. Begini…saya sudah lama memikirkan hal ini, bukan hanya tentang Sukses dan Gak Sukses tapi dulu lebih mengarah kepada bidang keilmuan saya (Teknik); Formula. Siapakah yang menciptakan ukuran suhu celcius, kenapa bisa disebut air mendidih pada suhu 100 derajat celcius??? Dari mana datangnya…..dan dari mana datangnya jam matahari yang kita pakai sekarang??? Darimana ukuran baku itu?? Eiittsss..bukan dari mananya yang jadi pertanyaan tapi fungsinya….fungsinya apalagi kalau bukan untuk membentuk suatu standar yang dapat digunakan mempermudah kehidupan manusia itulah definisi digital bagi saya…kata mempermudah disini dapat berarti memanjakan dan membantu…saya sangat skeptis bahwa kata mempermudah ini telah jatuh pada definisi memanjakan…bisa aja dilihat sendiri segala sesuatunya saat ii…apa-apa digital, jam, tipi, mobil, dll….semua sudah terukur dan manusia menggunakan semuanya untuk ”mempermudah hidup”. Digital adalah ciptaan manusia…ingat….ciptaan..
Tapi yang mereka lupakan adalah bahwa semua segala sesuatunya berawal dari apa yang disebut dengan analog, yaitu kebalikan dari digital. Dimana semua tidak ada ukuran pastinya…semisal: panasnya bara api kompor dan panasnya api las pasti akan lebih panas api las, lho dari mana kita tahu?? Itu lah analog..pengetahuan itu sudah ada dalam diri manusia sendiri yang tidak ditemukan oleh siapa-siapa tapi memang bawaan alias built in kita sendiri. Dah tau belum bedanya…sini deh saya kasi analogi: Jam digital dan Jam analog, apakah kalian tahu bedanya?? Hayoooo pikiiir mas..pikiirr….kok maunya dikasi tau terus…saya aja mikirnya dua minggu baru bisa jawab…
Sehubungan dengan postingan sohib saya seperti terbahas di paragraf pertama tentang arti sukses dan gak sukses yang menyebabkan dia sangat menderita karena omongan saudaranya; saya bisa kasi saran supaya gak terbelenggu dengan kata sukses….kalau mau beradu mulut tentang sukses ada baiknya kalian satukan pandangan dulu tentang apa definisi sukses, karena sukses yang bersifat digital bisa diterjemahkan sebagai apa saja…sukses itu adalah ciptaan manusia karena sifatnya digital kan?? Banyak uang bisa disebut sukses, tapi sedikit uang bisa juga disebut sukses (sukses miskinnnya..wehehehe)…bukaaann…sukses menerima cobaan yang di-Atas (weleh2…katanya orang yang religius nih)….

Tuh beda kan, bisa aja dengan punya pekerjaan tetap dibilang sukses tapi bisa jadi dengan jadi freelancer yang bebas disebut sebagai sukses…tergantung persepsi yang diciptakan otak manusia itu aja…daaannn salahnya adalah kadang-kadang, dan banyak orang yang mendewakan definisi digital ciptaan mereka dan memaksa menanamkan definisi yang sama kepada orang lain…SALAH BESAR a.k.a BIG MISTAKE. Kenapa mengejar sesuatu yang sifatnya digital padahal diri kita sendiri sudah punya standar ukuran yang analog…gak percaya, tanya pada hatimu yang paliiingg dalam…sudahkah kamu bahagia dengan hidupmu??? Kalau ada rasa bahagia terbersit maka kamu pantas menyebut dirimu sukses….yap, itu adalah bawaan kamu dari semenjak lahir…dan gak bisa dibohongi apalagi diciptakan…kalau bingung baca posting ini maka bingung lah, saya gak akan memaksa anda mengerti definisi saya, karena anda punya definisi analog sendiri dan saya sangat yakin analog kita sama, Cuma pembahasaannya saja yang berbeda..sekali lagi ya…bahasa juga digital loooohhh…jadi jangan terperangkap bahasa…cukup tangkap maknanya..
Ehhh….jadi pengen cerita neh ikhwal penemuan paham Analog & Digital ini. Ada salah satu contoh hasil penciptaan sesuatu yang digital dari sesuatu yang analog dan diterapkan dalam kehidupan yang menjadi tolak ukur keyakinan saya pada filosofi ini..wekeke…
Saat itu adalah waktu dimana kepala saya hampir pecah mencoba mendeskripsikan aliran transportasi laut dan darat penunjangnya akibat lumpur LAPINDOUW yang meluap terus tiada henti (network disruption) ke dalam sebuah model simulasi Tugas Akhir/Skripsi saya. Saya mencoba menjabarkan sebuah teori bahwa transportasi hinterland (darat ke pelabuhan) memiliki sifat yang dapat memperbaiki diri sendiri alias menemukan jalur transportasi yang paling optimal. Ini disebabkan operator dari alat transportasi adalah manusia yang mempunyai akal dan otak yang cerdas, yaaahh walaupun gak cerdas-cerdas amat tapi pasti bisa berpikir dalam logika seperti ini:
- Anggap tuh pengendara adalah supir truk container, jadi dia diburu schedule yang kemungkinan mengalami keterlambatan sampai pelabuhan akibat pengalihan rute lalu-lintas karena LAPINDOUW.
- Trus, ada 3 buah rute alternatif yang bisa dilalui, constraint atau batasannya adalah si pengendara harus sampai ke pelabuhan dengan waktu yang minimum. (karena ekstrimnya bisa ketinggalan kapal).
- Cara paling sederhana untuk mengetahui rute terminimum (memasukkan fungsi panjang jalan, lebar jalan, aliran lalu-lintas) adalah dengan mencoba dua dari tiga rute alternatif tersebut, misalkan pun pada percobaan pertama waktu minimum terpenuhi maka si pengendara pasti akan selalu melewati rute pertama tanpa pernah mau melewati rute kedua dan ketiga. Ya gak laaahh?? Wong batasannya sudah terpenuhi kok…..
Nah tugas saya waktu itu adalah membuktikan analisa ini dengan teori-teori transportasi modern dengan pemrograman sistem dinamis ataupun non-linear (waktu itu nyobanya pake software Vensim dan Macro Excel). Jadi saya mencoba mendigitalkan sesuatu yang analog., dan ini lah esensi dari akademis dan ilmu itu sendiri untuk saya….Ganjarannya karena saya telah berani membuat hal ini adalah nilai sempurna pada TA saya, karya ini dipublikasikan pada seminar nasional, diteliti lanjut oleh dosen saya yang S3 sebagai bahan unutk gelar profesornya (tentu dengan menyertakan nama saya sebagai peneliti awal), dan ganjaran terakhir adalah di lempari gelar GMRINA (Graduate Member of Royal Institute of Naval Architecture) dari asosiasi RINA dari negara asal Frank Lampard dan David Beckham.
Yap, sesuatu yang analog dan sesuatu yang digital itu saling berkaitan tapi kita harus ingat untuk tidak terjebak pada hal-hal digital yang notabene adalah bikinan manusia…seperti definisi dari sukses itu….saya merasa sudah sukses kok…(sukses mbacot dengan gak jelas….guoblok banget neeehh…aduuuhh jadi maluu)..
Note: saya selalu minta maaf dan rendah diri untuk mengurangi tekanan dan kadar kesombongan. Jadi ”monggo” dikritik aja postingan ini,,itu akan lebih baik…Thanks
Filed under: Uncategorized
Setelah banyak fans2 meminta saya posting lagi (Chaelahhh..) akhirnya saya berkeputusan untuk membahas gadget terbaru milik saya…yap…Dell Inspiron 1420 Black…..itu nama notebook kesayangan yang baru saya beli tgl 11 mei 2008 kemaren..masih fresh from the oven….gak kebayang rasanya dah kerja keras nabung 5 bulan ini akhirnya dapet laptop satu biji…Pake keringeetttt boookk….Banting tulang!!! Ni dia speknya….gak mentereng2 amat tapi cukup laahh untuk doku yang saya keluarkan…
<!–[if gte vml 1]> <![endif]–><!–[if !vml]–><!–[endif]–>
Platform
Intel® Centrino® Duo Processor Technology
Processor
Intel® Core™ 2 Duo T5450 (1.66GHz, 2MB L2 Cache, 667Mhz FSB)
OS
Genuine Windows Vista® Home Premium
Memory
2GB DDR2 SDRAM
Hard Drive
250 GB SATA
Display
14.1″ WXGA TFT Display (1280×800)
Graphic
Intel® Graphic Media Accelerator X3100
WiFi
Intel Pro/Wireless 3945 802.11 a/b/g Mini Card Wireless
Ethernet, Modem, Bluetooth, Webcam, Audio
Integrated
I/O Port
USB 2.0 (4)
Integrated 10/100 (RJ45) & and 56K Modem (RJ11)
IEEE1394a
8-in-1 Memory Card Reader
VGA video output & S-Video
Stereo in, headphone/speaker out & Dual digital mics
Power
External AC Adapter, Rechargeable Li-Ion Battery
Size (WxDxH)mm
333×244x32/39
Weight
2.45kg
Ini posting bukan ajang promosi ato pamer apaan cuman pengen cerita2 aja mengisi kekosongan blog ini. Kenapa saya memilih jenis ini…alasan pertama, saya cuman tertarik membeli notebook dari jenis Hewlett Packard, Dell, Lenovo atau Sony Vaio. Kenapa? Karena dilihat dari spek dan tampilan ketiganya punya kualitas yang okeh…Okey, yang kedua adalah OS, pilihan saya terbatas pada Genuine(Asli) Windows (Jendela) Vista (Nama Cewek) Home (Rumah) Premium (Bensin)…..atau Business (Tipu-tipu). jadi sekup incaran saya akan menipis lagi…..Yang ketiga adalah prosesornya, yang terbaru lah: platform Centrino Duo, dengan prosesor Intel core 2 duo minimal 1,6 Ghz, atau AMD Athlon 64×2 (Kelasnya sama)…….Dari tiga syarat ini saja sudah bisa dikecilkan ruang lingkupnya jadi 7 jenis notebook…!!!! 7 Jenis dari 24 jenis yang ada…phuiihh…
Additional/tambahan syarat yang keempat adalah dari segi VGA Graphic card, pengennya sih Notebook yang VGA-nya dedicated dan sekelas NVIDIA GEFORCE biar bisa dipakek maen game2 anyar bergrafis tinggi… untuk ketiga jenis merk inceran saya cuman ada 2 jenis (kedua-duanya milik Dell) yang punya harga dibawah 13 juta yang menggunakan kartu grafis NVIDIA GEFORCE 8400 M dan 8600 M…Okeyyy…
Permasalahannya sekarang kedua jenis itu punya harga diatas 10 juta, sedangkan saya cuman bisa cash dibawah harga itu (gak suka kredit…jatuh2nya lebih mahal sih)….akhirnya saya memutuskan untuk membuang idealisme masalah kartu grafis NVIDIA dan fokus kepada 5 jenis sisanya…hiks (kurang modal)…
Daaannn dari kelimanya itu ada 2 yang sangat2 menarik perhatian saya, karena walaupun cuma pake kartu grafis intel GMA 3100 yang integrated tapi dari berita2 yang saya baca di news kelasnya sudah sekelas dengan performa NVIDIA yang dedicated….yaitu Dell Inspiron 1420, satu lagi adalah Lenovo 3000 N200 4ZA yang mempunyai spek hampir sama….
Daaaannn..setelah kebimbanganku berhari-hari sampe kerjaan rada terbengkalai akhirnya saya memutuskan untuk ngambil yang Dell Inspiron 1420 soalnya dari dulu pengen punya notebook bermerek Dell…..Haiyaahhh??? cuman itu aja alasannya?? Yap cuman itu….simpel padat dan gak jelas….saya tegaskan disini bahwa pilihan yang banyak bukannya justru lebih baik malah kadang menyengsarakan..maaf saya ralat..sering menyengsarakan….dan pengambilan keputusan tahap akhir jauh lebih mudah jika dilakukan atas dasar selera si pengambil keputusan despite of logical reasons…kalo soal selera, logika mah kalahhh…!!!
Jadi saat ini saya punya 2 biji notebook, satu Dell Inspiron 1420 yang baru dan satunya HP Compaq nx6110 yang cuman modal pentium M dengan memory 512 MB dan Win. XP yang biasa ku gigit2 kalo lagi stress itu………jadi….mau jualan laptop ceritanya niihh..?? Gak lahh…sebagai seorang anak tampan jomblo yang berbakti ke ortu..(chailah…promosiii…) itu HP rencananya saya kirim buat Ibu di Bali, supaya kalo dia ngajar bisa show off foto-foto saya ke mahasiswi-mahasiswinya….kali2 ada yang nanya gini.
Mahasiswi Cantik: ”Bu, punya akan Cowo Cakep Manis Kulit Rada Coklat Tinggi 172 cm Punya Andeng2 di Dagu yang masih single gak??? Saya mau douunkk jadi mantu Ibu”
Ibu Saya: ”Oooo boleh nak, kebetulan ibu punya satu lagi kerja di Batam, tambahan looohh..anak Ibu ini Pinter”
Mahasiswi Cantik: ”Waooo Mau-mau, yang kayak foto di laptop itu ya?? Kapan saya bisa ngelamar anak ibu?? Mas kawinnya minta apa?? Tapi kasi saya nilai A mata kuliah ibu semuanya ya!!”
Wekekekekeke…menghayal banget, tapi semoga kejadian….hiperbolis sedikit boleh laahh..wong ini blog saya kok…..Juuuuusssstt Kidding. Silahkan kalo temen2 mau mencela lewat komen2 gak penting, gak bakal digubris…wong lagi seneng kok..wekekeke…
O iya, rencananya saya ingin masukin satu OS lagi ke laptop ini, open source sih, entah SUSE LINUX atau Ubuntu, mohon bantuannya yang kasi komen kalo tau yang mana jenis open source yang bagus..thanks
Hari ini pengen banget posting tentang Musik, yup Music ….
Sekedar intermezo, saya punya beberapa band sewaktu SMA dan Kuliah, yang kebanyakan ngebawain lagu-lagu orang (secara kami ini suka musik orang)….dan baru belajar mencipta lagu sendiri semenjak Kuliah..kapan-kapan saya posting chordnya deh:
Inilah, perjalanan karier bermusik saya:
No-Name (Gak ada nama bandnya – SMA)
Digawangi oleh: Priyo (Vokal, Lead Guitar, Bass) , Angga (Vokal, Rhythm, Bass), Yudha (Drum, Vokal, Guitar). Nah lo bingung kan komposisi pemainnya.
Suka bawain lagunya Nirvana & SID, serta beberapa lagu top 40 lain ditambah dengan beberapa additional player yang suka gonta-ganti (terakhir sih adik saya sendiri sebagai lead guitar).
Pernah mengaransemen ulang lagu-lagu lama seperti lagunya the Beatles ke dalam genre PunkRock.
Khasnya band ini adalah pada Vokal Priyo (ala Cobain) yang menggumam dan tiba-tiba melengking terutama saat menyanyikan lagunya Nirvana
Genre Musik : Rock Gak Jelas
Gemblet (SMA)
Digawangi oleh: Angga (Lead Guitar), Benjoel (Bass & Backing Vokal), Aris (Rhythm & Vokal), Wira (Drum)
Suka bawain lagunya Peterpan (oh maigot!!) dan lagu-lagu top 40 aliran pop. Termasuk band yang diawal pembentukannya adalah dari sering nongkrong-nongkrong gak jelas karena bosen maen CS (sudah menaklukkan daerah monang-maning). Ceritanya pengen cari suasana baru. Dan Side Project saya ini termasuk band gagal yang sukses..(nah lo, apaan tuh!!)…karena minim banget pengetahuan tentang musikalitasnya, tapi langgeng…
Asal nama gemblet dari kata G4, yang disalah artikan oleh pengelola studio sewaktu pemesanan lewat telpon. Ilustrasinya: ”Nama Bandnya apa mas? Hah Geblet? Hah Gemblet?” – ”Ya udah deh mas, Gemblet aja”, nama yang aneh.
Ciri khasnya adalah selalu bawain lagu ”mimpi yang sempurna-Peterpan” di akhir latihan..(hahaha)
Genre Musik : Top 40 (pop)
Gerombolan Si Berat (Kuliah)
Digawangi oleh: Fandi (Lead Guitar, backing vocal), Ajie (Vocal), Yoghi (Bass), Isganta (Drum & Guitar), Angga (Rythm, Backing Vocal)
Nih band secara personil jago-jago dan pengetahuan musiknya lumayan, yang pada saatnya nanti terpecah menjadi 3 band, dimana ketiganya punya aliran musik yang berbeda namun sukses sebagai band Indie di kampus, malah ada yang sampe rekaman untuk Indie Surabaya.
Ciri khasnya ada pada melodi Fandi yang bagus, dan Vocal Ajie yang oktafnya tinggi (secara dia penyanyi gereja gitow). Selain itu masing-masing player bisa mainin gitar semua dan bisa melodi semua, nah lo….
Genre Music : Rock
Merci boku (Kuliah)
Nih band punk pertama saya dengan adik-adik kelas (temen satu angkatan pada gak suka punk)
Digawangi oleh: Arga (Drum), Dino (Bass & Vocal), Angga (Guitar & Vocal), Dimas (Bass & Vocal), Diki (Guitar)
Nah ni band keistimewaanya vokalisnya ada dua pada tiap lagu, dan nyanyinya gentian, secara musikalitas cukup bagus, terutama membawakan lagu-lagu punk. Semangatnya tinggi banget. Seringnya bawain dashboard confessional dan yang setipe itu.
Genre : Punk
Saya cuman sebentar aja di band ini karena akhirnya menemukan habitat saya yang sebenarnya.
With No Respect (Kuliah)
Digawangi oleh: Angga (Guitar & Backing Vocal), Bothel (Bass), Yoghi (Guitar & Backing Vocal), Adi (Drum), Mastenk (Vocal).
Nih band pecahannya Gerombolan Si Berat (saya dan yoghi) yang punya prinsip mainin lagu punk sampe mati ..ekstrim banget..gak segitunya lah..
Di masa awal, saya kesulitan cari drummer, vocal, dan bassist, tapi seperti yang namanya pepatah “gajah di pelupuk mata gak keliatan” akhirnya saya menemukan 3 orang adik kelas (yang juga sobat karib saya) yang ternyata bisa main musik dan alirannya PUNK abiss…kalo jodoh emang gak lari kemana.
Ciri khasnya adalah sangat ekspresif mainin lagu punk & emo, terutama Buried my Self Alivenya the Used. Selain itu saya dan yoghi selalu bergantian menjadi lead guitar dan backing vocal untuk mempercantik penampilan.pokoknya asoy banget dah ni band. Dan vokalisnya itu loh, gayanya sumpah ekspresif banget di panggung. Langganan pensi kampus.
Nyiptain 2 lagu, Follow Me dan Our Life Trip, dimana lagu-lagu ini ternyata banyak mendapat sambutan baik dikalangan pecinta musik kampus. Follow Me terkenal dikalangan cewe-cewe, dan Our Life Trip dikalangan pecinta punk.
3 lagu andalan kami kalo manggung adalah : Buried Myself Alive, Follow Me, Our Life Trip, All that Ive Got, Bangkit!, dan Burn for You (SID).
Genre : Punk & Emo
Yak, kiranya segitulah perjalanan musikalitas saya sampai saat ini, bisa dibilang band terakhir adalah band yang paling memberikan kemajuan dalam hal musikalitas bagi diri saya, dan tentu saja menambah semangat saya dalam mengapresiasikan musik dalam kehidupan…baru tau saya susahnya bikin lagu…besok-besok saya posting lanjutannya tentang aliran musik saya.
Salam dari jauh…..
