Illegal, unregulated, unreported fishing (IUU Fishing)


Hampir 2 bulan ini saya sering sekali membaca berita tentang Illegal fishing. Berhubung Menteri Kelautan dan Perikanan di kabinet Republik Indonesia yang baru sedang hangat-hangat memfokuskan diri memberangus mafia perikanan dan menenggelamkan kapal-kapal yang menangkap ikan di wilayah perairan RI.

Katanya sih jumlah ikan di dunia ini yang bisa ditangkap sudah jauh berkurang dari beberapa puluh tahun yang lalu. Melihat dari data keluaran FAO ini sepertinya masuk akal juga kalau sekarang setiap negara makin berebut luas wilayah laut demi mendapatkan jumlah ikan yang banyak untuk bisa ditangkap dan diperjual belikan di dalam negeri ataupun di -ekspor. Pada tahun 2030 diprediksikan jumlah konsumsi individu terhadap produk perikanan akan meningkat dari 16.2 kg/orang menjadi lebihd dari 20 kg/orang (Ifremer, 2007).

status of world fish 2005Gambar 1. Status of world fish stocks in 2005

Saya jadi bertanya sebenarnya illegal fishing itu apa ya?

Iseng-iseng browsing, saya menemukan definisi yang cukup menarik perhatian di salah satu publikasi keluaran The Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) yang berjudul Space Technologies and Climate Change – IMPLICATIONS FOR WATER MANAGEMENT, MARINE RESOURCES AND MARITIME TRANSPORT

type of illegal fishingGambar 1. Different types of illegal, unregulated, unreported (IUU) fishing

Source: Adapted from Marine Resources Assessment Group Ltd., 2005.

Dalam gambar diatas dapat diterangkan secara grafis kegiatan apa saja yang tergolong ilegal fishing. Untuk pengertian lebih jelasnya berikut ini saya sadur pengertian yang saya dapat dalam bahasa inggris untuk tidak mengurangi artinya jika saya terjemahkan sendiri.

  • Illegal fishing activity is understood as fishing without a licence or fishing
    by contravening the terms and conditions of a licence (e.g. using illegal gear,
    catching over the allocated quota of fish, fishing in closed areas and/or
    seasons, exceeding by-catch limits).
  • Unreported fishing activities can also include a diversity of actors
    who misreport their fishing to the relevant national authority or regional
    organisation.
  • Unregulated fishing includes fishing on the high seas by “free riders”, i.e. those
    who fail to sign up to regional management arrangements and refuse to
    comply with the measures established by those arrangements. It also includes
    fishing on the high seas where there are no regional management
    arrangements in place

Dengan membaca ini kita bisa lebih sadar arti dan terminologi dari illegal fishing agar pada saat kita berkomentar terhadap hal ini kita juga punya dasar, gak asal “nyeplak” aja.

Referensi:

  1. Marine Resources Assessment Group Ltd (2005), Review of Impacts of Illegal, Unreported
    and Unregulated Fishing on Developing Countries, Final Report, Prepared for the UK’s
    Department for International Development (DFID), July.
  2. FAO (2007), The State of World Fisheries and Aquaculture 2006, FAO, Rome.
  3. OECD (2008), Space Technologies and Climate Change : Implications for water management, marine resources and maritime transport, OECD, Paris, ISBN 978-92-64-05413-4

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s