Konser Buruh
Kemarin malam, 24 Mei 2008, saya diajak nonton konser The Rock oleh teman-teman sesama buruh di McD. Saya pikir daripada nganggur malam minggu sepertinya ide baik untuk refreshing. Arek-arek sih dari awal pikirannya adalah “aq harus dapet cewe malem ini” kalo saya sih pikirannya “si Dhani tuh bisa apa sih malam ini?”.
Posting ini bukan menceritakan kejadian selama konser yang sudah jelas dibarengi dengan adegan joget di moshing pit yang lucu (joget dangdut padahal konser rock) atau adegan mesum pelecehan para cewe yang dipegang sana pegang sini oleh cowo-cowo bergaya ngepunk gak jelas abis minum jamu topi miring.
Saat itu saya ada di barisan tengah depan bersiap buat moshing walopun lagunya sungguh menyedihkan untuk di dengar. Arek-arek juga sudah siap pura-pura sok kenal dengan cewe-cewe yang ada di dekat moshing pit. Tiba-tiba pembawa acara membuka dengan memanggil beberapa pionir dari elemen-elemen persatuan buruh untuk menyampaikan beberapa pidato dan orasi. Diantaranya adalah mengenai tuntutan-tuntutan buruh dan seruan untuk merebut pemerintahan jika nasib buruh gak kunjung membaik pada tahun 2009. Kata mereka : “Hapuskan buruh kontrak, jangan ada PHK yang menyengsarakan buruh”.
Saya tertawa ngakak hingga orang-orang disebelah memandang sinis (ni orang gila ya??)….Ini konser apa kampanye sih…saya disini untuk refreshing bukan untuk dengerin ocehan dan bualan macam ini. Lagian pionir-pionor itu gak tau apa mereka dimanfaatkan oleh sponsor acara cuman buat menaikkan rating social corporate responsibility perusahaan.
Huh pembodohan macam apa ini mengatasnamakan nama buruh…!!!. Saya memang bukan buruh kontrak seperti kawan-kawan saya tadi, malah salah satu tugas saya adalah mem-PHK kan mereka, tapi mereka tidak menderita tuh selama menjadi buruh kontrak. Saya memperlakukan mereka seperti karyawan permanen selama mereka bekerja, gaji selalu naik seiring dengan prestasi kerja. Lalu apa-apaan ini ada kampanye dan ajakan untuk berdemo buruh segala. Ini sudah generalisasi permasalahan namanya, ya…memang masih banyak perusahaan yang tidak mengkompensasi buruh dengan wajar. Tapi ada juga perusahaan yang memperhatikan nasib buruh, jangan disama ratakan donk…kalau proyek sudah habis, ya sudah…memang gak ada pekerjaan lagi yang harus dilakukan dan satu-satunya jalan untuk mengurangi beban perusahaan adalah dengan melakukan pemotongan..that’s all.
Yang bikin saya pedih sekaligus tertawa adalah, sekali lagi masalah cara berpikir….pada saat kamu gak berusaha dengan keras untuk maju janganlah mengharap kamu akan mendapat sesuatu yang lebih….paradigma ini sudah salah kaprah di mata para persatuan buruh…maaf saya gak bermaksud menyerang siapa-siapa, tapi cobalah bepikir lebih kritis dan visioner…daripada berdemo anarkis kenapa gak coba kalian buat lapangan kerja baru, rasakan susahnya membangun sebuah perusahaan, rasakan pedihnya bangkrut…rasakan juga susahnya ngasi makan orang banyak..
Ini sudah salah kaprah, pembodohan tingkat tinggi yang mengatasnamakan buruh….bahkan di sebuah konser musik!!!!…tolong jangan omong kosong teriak sana teriak sini…kerja keras saja sudah cukup..apa susahnya…??? Sukses itu analog kok…tenang saja..(buat yang gak ngerti baca posting sebelumnya)..hidup terus berjalan..
Stay low..